Tim Pengabdian FKIK UNIB Bentuk Smart Kespro Corner untuk Perkuat Literasi Kesehatan Reproduksi Remaja
Tim Pengabdian pada Masyarakat Wilayah Sekitar Kampus (PPM-W) dari Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) Universitas Bengkulu (UNIB) melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat di SMA Negeri 2 Bengkulu pada Selasa, 1 September 2026. Kegiatan ini didukung melalui pendanaan PNBP FKIK UNIB dan dilaksanakan sebagai bagian dari Tri Dharma Perguruan Tinggi untuk meningkatkan literasi kesehatan reproduksi remaja melalui melalui edukasi interaktif dan pemanfaatan media digital.
Pembelajaran Kesehatan Reproduksi Interaktif pada Siswa SMA Negeri 2 Kota Bengkulu
Kegiatan pengabdian ini diketuai oleh Safira Zamrudiani, S.K.M., M.P.H., dengan anggota tim Winna Soleha, S.Si., M.Biomed., serta melibatkan mahasiswa FKIK UNIB, Sabrina Amelia. Tim pengabdi mengolaborasikan kepakaran kesehatan masyarakat dan ilmu biomedik untuk menghadirkan materi edukasi yang akurat secara medis namun tetap menarik bagi Generasi Z. Sebagai upaya memperluas akses siswa terhadap materi edukasi kesehatan reproduksi, tim FKIK UNIB membentuk Smart Kespro Corner di lingkungan SMA Negeri 2 Bengkulu.
Ilustrasi Smart Kespro Corner Terintegrasi QR Code pada Perpustakaan Sekolah
Fasilitas ini dilengkapi dengan atribut fisik berupa standing banner dan poster edukatif yang terintegrasi langsung dengan kode QR (QR Code). Melalui pemindaian QR Code menggunakan smartphone, siswa dapat dapat mengakses repositori digital berisi e-modul, infografis, dan video edukasi kesehatan reproduksi secara mandiri.
Website Kesehatan Reproduksi untuk Remaja Perempuan dan Laki-laki
Pelaksanaan edukasi berlangsung interaktif dengan melibatkan siswa laki-laki maupun Perempuan. Evaluasi pengetahuan dilakukan melalui pre-test dan post-test. Hasilnya selanjutnya akan dianalisis untuk melihat perubahan pengetahuan peserta setelah kegiatan.
Edukasi ini memberikan informasi kepada siswa laki-laki dan perempuan mengenai tanda bahaya kesehatan reproduksi serta upaya pencegahan infeksi dan penyakit bagi siswa laki-laki maupun perempuan terkait tanda bahaya kesehatan reproduksi serta upaya pencegahan infeksi dan penyakit. Materi yang disampaikan juga mencakup aspek krusial lainnya, seperti perubahan fisik dan psikologis selama masa pubertas—termasuk menstruasi dan mimpi basah—serta praktik kebersihan organ reproduksi yang baik dan benar. Selain itu, para peserta dibekali pemahaman mengenai pencegahan perilaku seksual berisiko, Infeksi Menular Seksual (IMS)/HIV, serta kekerasan dan pelecehan seksual.
Tim Pengabdian FKIK UNIB berfoto bersama Peserta Pengabdian Masyarakat di SMA Negeri 2 Kota Bengkulu
Ketua Tim Pengabdi, Safira Zamrudiani, S.K.M., M.P.H., menjelaskan bahwa keberlanjutan program Smart Kespro Corner diharapkan dapat didukung oleh peran aktif PMR dan PIK-R di bawah bimbingan Guru BK dan pengelola UKS. Konten digital di dalam QR Code dapat terus diperbarui tanpa harus mencetak ulang atribut fisik, sehingga sangat efisien dan berkelanjutan.
Selain meningkatkan pengetahuan siswa, program ini turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals(SDGs), khususnya Tujuan 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera, target 3.7 terkait akses universal edukasi kesehatan reproduksi), Tujuan 4 (Pendidikan Berkualitas), serta Tujuan 5 (Kesetaraan Gender). Melalui inovasi ini, SMAN 2 Bengkulu diharapkan dapat terus mewujudkan lingkungan sekolah yang inklusif dan responsif dalam mencetak generasi muda yang paham serta peduli terhadap kesehatan reproduksi secara mandiri. (SZ | Ed.WS-NAM)












