Tim Pengabdian FKIK UNIB Angkat Lemea - Pangan Fermentasi Khas Bengkulu - dalam Edukasi Mikrobiota Usus, Probiotik, dan Pencegahan Diabetes

2026-09-29 MS | Ed.WS-NAM

Tim Pengabdian kepada Masyarakat Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) Universitas Bengkulu menggelar kegiatan edukasi bertajuk "Peningkatan Literasi Masyarakat tentang Peran Mikrobiota Usus dalam Pencegahan dan Pengelolaan Diabetes Melitus", pada Sabtu (26/9/2026) di Sekolah Menengah Pertama-Islam Terpadu (SMP-IT) Generasi Rabbani, Kota Bengkulu. Kegiatan ini didanai PNBP Universitas Bengkulu melalui Skema PPM Berbasis Riset FKIK UNIB Tahun 2026. Kegiatan ini juga mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) poin 3, Kehidupan Sehat dan Sejahtera, dan poin 4, Pendidikan Berkualitas.

Kegiatan dihadiri oleh Ketua Yayasan Generasi Rabbani, Dr. Iip Arifin, M.T.Pd., serta para kepala sekolah di lingkungan yayasan, yaitu kepala TK, SD, SMP, dan MI Generasi Rabbani. Pesertanya adalah seluruh guru dari sekolah-sekolah tersebut, sekitar 110 orang. Guru dipilih sebagai sasaran utama karena peran strategis mereka. Guru tidak hanya perlu menjaga kesehatannya sendiri, tetapi juga dapat menyebarkan pengetahuan tentang pola hidup sehat kepada peserta didik, orang tua, dan komunitas sekolah yang lebih luas.

Acara dibuka dengan penyerahan bantuan dari tim pengabdian kepada setiap sekolah di lingkungan yayasan. Bantuan tersebut berupa seperangkat alat pengukur berat badan dan tinggi badan, buku saku, dan poster edukasi. Alat ukur ini diharapkan dapat membantu sekolah memantau status gizi dan indeks massa tubuh warga sekolah secara berkala. Pemantauan ini penting karena kelebihan berat badan dan obesitas merupakan faktor risiko utama diabetes melitus tipe 2. Buku saku dan poster akan menjadi media edukasi yang terus tersedia di sekolah setelah kegiatan selesai.

Buku saku edukasi “Usus Sehat, Gula Darah Terkendali” (kiri); Penyerahan bantuan berupa alat pengukur berat badan dan tinggi badan dari tim pengabdian kepada sekolah di bawah Yayasan Generasi Rabbani (kanan)

Tim diketuai oleh Mardhatillah Sariyanti, S.Si., M.Biomed., dosen Program Studi Kedokteran FKIK UNIB dengan keahlian imunologi dan biologi molekuler. Anggota tim adalah Nikki Aldi Massardi, S.Si., M.Biomed. dari FKIK dan Dr. Sipriyadi, S.Si., M.Si. dari Jurusan Biologi FMIPA. Dua mahasiswa Program Studi Kedokteran, Sabrina Aulia Rahma dan Msy Haniyah Tsaqifah, juga terlibat dalam kegiatan ini.

Tim Pengabdian FKIK UNIB berfoto bersama para peserta Yayasan Generasi Rabbani

Diabetes melitus tipe 2 (DMT2) adalah salah satu penyakit tidak menular dengan prevalensi yang terus meningkat. Menurut International Diabetes Federation, Indonesia menghadapi beban diabetes yang tinggi. Dalam satu dekade terakhir, penelitian menunjukkan bahwa kesehatan tidak hanya dipengaruhi oleh apa yang kita makan. Triliunan mikroorganisme di saluran cerna, yang disebut mikrobiota usus, juga ikut berperan. Ketidakseimbangan mikrobiota usus dikaitkan dengan peradangan kronis tingkat rendah, gangguan fungsi sawar usus, dan resistensi insulin, yang semuanya berhubungan dengan DMT2. Karena itu, probiotik, yaitu mikroorganisme hidup yang bermanfaat bagi inangnya, kini banyak diteliti sebagai pendekatan pendamping dalam pengelolaan diabetes.


Penyampaian edukasi Peran Mikrobiota Usus dalam Pencegahan dan Pengelolaan DM oleh Mardhatillah Sariyanti, S.Si., M.Biomed.

Kegiatan ini berangkat dari riset tim sendiri. Tim berhasil mengisolasi dan mengkarakterisasi galur bakteri asam laktat baru, Lactiplantibacillus plantarum MS-6, dari lemea. Lemea adalah makanan tradisional masyarakat Rejang berbahan rebung bambu yang difermentasi secara alami. Sampel lemea diambil dari Kabupaten Lebong. Hasil riset ini telah diterbitkan di jurnal internasional bereputasi Food Bioscience tahun 2025.

Analisis molekuler menunjukkan galur MS-6 memiliki sejumlah sifat penting sebagai kandidat probiotik. Tim juga menegaskan satu pesan penting, bahwa probiotik dan pangan fermentasi adalah pendamping pola hidup sehat. Keduanya bukan pengganti obat maupun pengobatan dari dokter. Temuan antidiabetik MS-6 berasal dari uji pada hewan, sehingga manfaatnya pada manusia masih perlu dibuktikan melalui uji klinis lanjutan.

Penyampaian materi tentang makanan fermentasi kearifan lokal Bengkulu sebagai sumber probiotik oleh Dr. Sipriyadi, S.Si., M.Si. (kiri); Kegiatan sesi diskusi interaktif saat kegiatan edukasi berlangsung (kanan)

Kegiatan ini diharapkan akan berkelanjutan dengan peran guru sebagai penggerak edukasi kesehatan di lingkungan sekolah. Tujuannya agar penyuluhan ini dapat diteruskan secara mandiri menggunakan modul yang dikembangkan tim. Peserta menerima poster dan buku saku edukasi, yang dapat membantu proses transfer ilmu kepada keluarga, siswa, orang tua, serta masyarakat di sekitar sekolah. (MS | Ed.WS-NAM)

E-Campus

Wisuda Online E-Paper Mail Unib E-Paper E-Learning E-Jurnal Portal Akademik Digilib

Pengunjung

Pranala Luar

Kemendikbud

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan

Free Medical Journal

Promoting free access to medical journal

Hindawi Pubishing Cooperation

Open Access journals across many areas of science, technology, and medicine

Ikatan Dokter Indonesia

Indonesian Medical Association - organisasi Profesi bagi dokter di seluruh wilayah Indonesia

MDPI – Open Access Publishing

MDPI (Multidisciplinary Digital Publishing Institute)