FKIK UNIB Perkuat Literasi Deteksi Dini Kanker Payudara dan Serviks di Yayasan Generasi Rabbani
Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Bengkulu (FKIK UNIB) melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat di Yayasan Generasi Rabbani, Kota Bengkulu, pada pukul 10.00-12.00 WIB, Sabtu (26/9/2026). Kegiatan tersebut mencakup edukasi mengenai deteksi dini kanker payudara melalui Periksa Payudara Sendiri (SADARI) serta pengenalan pencegahan dan skrining kanker serviks bagi guru dan tenaga kependidikan perempuan di lingkungan Yayasan Generasi Rabbani.
Foto 1. Edukasi deteksi dini kanker payudara dan kanker serviks kepada guru dan tenaga kependidikan Yayasan Generasi Rabbani, Kota Bengkulu.
Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian pengabdian gabungan tiga tim FKIK UNIB yang mengangkat tema kesehatan berbeda, yaitu Bantuan Hidup Dasar dan penatalaksanaan hambatan jalan napas, literasi mikrobiota dan probiotik, serta edukasi deteksi dini kanker payudara dan kanker serviks.
Program edukasi kanker diketuai oleh Nikki Aldi Massardi, S.Si., M.Biomed, dengan materi utama disampaikan oleh dr. Tendri Ayu Putri Kahar, Sp.OG. Kegiatan juga melibatkan tim dosen dan mahasiswa dalam penyiapan media edukasi, evaluasi peserta, serta dokumentasi kegiatan. Program ini didukung melalui Program Pengabdian kepada Masyarakat Skema Pengabdian Wilayah Sekitar Kampus (PPM-W) FKIK UNIB Tahun Anggaran 2026.
Materi disampaikan dengan pendekatan sederhana dan praktis agar mudah dipahami masyarakat umum. Peserta memperoleh penjelasan mengenai perubahan pada payudara yang perlu diperhatikan, tujuan dan waktu pelaksanaan SADARI, pentingnya pemeriksaan lebih lanjut bila ditemukan kelainan, hubungan infeksi HPV risiko tinggi dengan kanker serviks, serta pentingnya vaksinasi dan skrining kanker serviks. Peserta juga diperkenalkan dengan berbagai metode skrining kanker serviks, seperti tes HPV DNA, Inspeksi Visual dengan Asam asetat (IVA), dan Pap smear, sesuai program serta ketersediaan layanan kesehatan.
Foto 2. Demonstrasi SADARI menggunakan model payudara sebagai bagian dari edukasi deteksi dini kanker payudara.
Edukasi dilengkapi dengan demonstrasi SADARI, diskusi, poster, buku saku, serta media digital yang dapat diakses kembali melalui QR code. Poster dan media edukasi juga diserahkan kepada mitra agar dapat dimanfaatkan kembali setelah kegiatan selesai.
Foto 3. Peserta mengikuti praktik dan diskusi SADARI dengan pendampingan narasumber menggunakan model payudara.
Evaluasi pengetahuan dilakukan melalui pre-test dan post-test. Pada peserta yang mengikuti kedua evaluasi, hasil menunjukkan peningkatan pemahaman setelah edukasi. Data evaluasi rinci disimpan oleh tim untuk analisis dan pelaporan lebih lanjut. Perubahan jawaban terutama terlihat pada pemahaman mengenai waktu yang tepat melakukan SADARI, perubahan payudara yang perlu diperiksakan kepada tenaga kesehatan, serta pemahaman bahwa hasil IVA positif bukan berarti seseorang pasti menderita kanker serviks, melainkan merupakan temuan yang memerlukan penilaian dan tindak lanjut.
Ketua tim pengabdian, Nikki Aldi Massardi, S.Si., M.Biomed, menyampaikan bahwa kegiatan ini dirancang bukan hanya sebagai penyuluhan satu kali, tetapi juga sebagai upaya menyediakan media edukasi yang dapat digunakan kembali oleh mitra. “Harapannya, peserta tidak hanya memahami materi pada saat kegiatan berlangsung, tetapi juga memiliki sumber informasi yang dapat diakses kembali dan dibagikan di lingkungan sekolah maupun keluarga,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, FKIK UNIB berharap dapat memperkuat literasi kesehatan perempuan dan mendorong masyarakat untuk lebih mengenali pentingnya deteksi dini serta tindak lanjut yang tepat. Kegiatan ini selaras dengan Sustainable Development Goals (SDGs), terutama SDG 3 tentang kehidupan sehat dan sejahtera, SDG 4 tentang pendidikan berkualitas, dan SDG 5 tentang kesetaraan gender. Kegiatan ditutup dengan penyerahan media edukasi kepada pihak mitra dan dokumentasi bersama antara tim FKIK UNIB dan Yayasan Generasi Rabbani. [NAM | Ed.WS]
Foto 4. Penyerahan poster dan buku saku edukasi kepada perwakilan Yayasan Generasi Rabbani untuk dimanfaatkan kembali setelah kegiatan.












