Tim Pengabdian FKIK UNIB Edukasi Gaya Hidup Sehat untuk Dukung Pencegahan PTM Sejak Usia Sekolah

2026-09-17 NUH | Ed. WS-NAM

Tim Pengabdian kepada Masyarakat Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Bengkulu (FKIK UNIB) menggelar edukasi gaya hidup sehat berbasis sekolah sebagai upaya meningkatkan pengetahuan remaja mengenai pencegahan Penyakit Tidak Menular (PTM). Kegiatan ini dipimpin oleh Nurfhadila Utami Husain, S.K.M., MARS, bersama Safira Zamrudiani, S.K.M., M.P.H. dan mahasiswa Alfarizy Nando Hasbiansyah, pada Selasa (1/9/2026) dan diikuti oleh 36 siswa kelas XI SMAN 2 Kota Bengkulu.

Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh pentingnya pencegahan PTM sejak usia sekolah. Pola hidup yang kurang sehat, seperti minimnya aktivitas fisik dan pola makan yang tidak seimbang, dapat meningkatkan risiko PTM di kemudian hari. Sekolah dipandang sebagai lingkungan strategis untuk membangun pengetahuan dan kebiasaan hidup sehat sejak dini pada remaja. Dalam kegiatan tersebut, siswa memperoleh edukasi melalui ceramah interaktif yang disampaikan oleh dua pemateri. Materi mencakup pemahaman tentang gaya hidup sehat dan faktor risiko PTM, meliputi pola makan bergizi seimbang, pembatasan konsumsi gula, peningkatan aktivitas fisik, serta kesadaran terhadap faktor risiko penyakit tidak menular. Peserta juga mendapatkan booklet dan poster edukasi sebagai sumber informasi yang dapat dipelajari secara mandiri. Untuk mengukur capaian kegiatan, tim melakukan evaluasi pengetahuan melalui pre-test dan post-test.

Tim Pengabdian kepada Masyarakat FKIK UNIB bersama siswa kelas XI SMAN 2 Kota Bengkulu setelah kegiatan edukasi gaya hidup sehat dan pencegahan PTM

Selama kegiatan berlangsung, siswa menunjukkan antusiasme tinggi melalui sesi tanya jawab dan diskusi dengan pemateri. Interaksi dua arah ini memberikan kesempatan kepada siswa untuk berdiskusi lebih lanjut mengenai risiko perilaku tidak sehat dan manfaat penerapan gaya hidup sehat. Ketua tim pengabdian, Nurfhadila Utami Husain, S.K.M., MARS menyampaikan bahwa peningkatan pengetahuan merupakan langkah awal yang penting, namun belum dapat langsung diartikan sebagai perubahan perilaku. “Edukasi kesehatan perlu dilanjutkan secara berkelanjutan agar pengetahuan yang diperoleh siswa dapat berkembang menjadi kebiasaan hidup sehat. Keterlibatan guru dan keluarga serta lingkungan sekolah yang mendukung juga menjadi bagian penting dalam proses tersebut,” ujarnya.

Tim pengabdian merekomendasikan agar edukasi kesehatan di sekolah dilakukan secara berkelanjutan dan interaktif, disertai pemantauan perubahan perilaku, penguatan keyakinan diri siswa untuk menerapkan pola hidup sehat, serta keterlibatan aktif guru dan keluarga. Pendekatan ini diharapkan dapat memperkuat upaya promotif dan preventif PTM sejak usia remaja. Kegiatan ini juga mendukung upaya peningkatan literasi kesehatan remaja dan sejalan dengan tujuan pembangunan berkelanjutan, khususnya SDGs Tujuan 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera. [NUH | Ed. WS-NAM]

E-Campus

Wisuda Online E-Paper Mail Unib E-Paper E-Learning E-Jurnal Portal Akademik Digilib

Pengunjung

Pranala Luar

Kemendikbud

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan

Free Medical Journal

Promoting free access to medical journal

Hindawi Pubishing Cooperation

Open Access journals across many areas of science, technology, and medicine

Ikatan Dokter Indonesia

Indonesian Medical Association - organisasi Profesi bagi dokter di seluruh wilayah Indonesia

MDPI – Open Access Publishing

MDPI (Multidisciplinary Digital Publishing Institute)