Mahasiswa FKIK UNIB Raih Juara 2 Mahasiswa Berprestasi ISMKI Wilayah 1 Tahun 2026

2026-09-06 WS | Ed. NAM

Mahasiswa Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Bengkulu (FKIK UNIB), Nabila Zahra Putri, berhasil meraih Juara 2 Mahasiswa Berprestasi (Mapres) pada ajang Ikatan Senat Mahasiswa Kedokteran Indonesia (ISMKI) Wilayah 1 Tahun 2026. Kompetisi yang diikuti mahasiswa kedokteran se-wilayah Sumatera ini berlangsung secara daring melalui Zoom. Pencapaian ini turut didukung oleh dosen pembimbing Nikki Aldi Massardi, S.Si., M.Biomed. Pada kompetisi ini, Juara 1 diraih oleh Nabila Basyasyah dari Universitas Sriwijaya, sementara Juara 3 diraih oleh Zahra Ramadhani dari Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara.

Nabila Zahra Putri meraih Juara 2 Mahasiswa Berprestasi ISMKI Wilayah 1 Tahun 2026

Rangkaian seleksi Mapres ISMKI Wilayah 1 2026 berlangsung melalui beberapa tahapan ketat. Diawali dengan seleksi berkas, peserta yang lolos kemudian mengikuti tahap wawancara secara daring pada Minggu, 26 Juli 2026, sebelum diumumkan lima mahasiswa finalis pada Rabu, 29 Juli 2026. Para finalis selanjutnya diberi waktu hingga 8 Agustus 2026 untuk menyusun karya tulis ilmiah, yang kemudian dipresentasikan dan diuji langsung oleh dewan juri melalui sesi tanya jawab serta studi kasus via Zoom pada seleksi tahap kedua, Minggu, 16 Agustus 2026. Hasil akhir kompetisi diumumkan pada Rabu, 2 September 2026, dengan Nabila Zahra Putri dinobatkan sebagai Juara 2.

Dokumentasi rangkaian seleksi Mapres ISMKI Wilayah 1 Tahun 2026 yang diikuti Nabila, antara lain wawancara dan pemaparan karya tulis ilmiah bertajuk “Rafflesia Care”

Dalam karya tulis ilmiahnya, Nabila mengangkat gagasan RAFFLESIA CARE (Rangkaian Aksi Fasilitasi Faktor Layanan untuk Evaluasi dan Stratifikasi Integratif berbasis Artificial Intelligence pada Penyakit Kardiovaskular), sebuah program pendampingan pasien penyakit kardiovaskular berbasis komunitas yang mengusulkan pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) sebagai bagian dari Clinical Decision Support System (CDSS). Gagasan ini dikembangkan dengan mempertimbangkan tingginya beban penyakit kardiovaskular serta perlunya pendekatan yang tidak hanya mempertimbangkan kondisi klinis, tetapi juga faktor ekonomi, akses pelayanan, dan kondisi psikologis pasien. RAFFLESIA CARE dirancang untuk menilai empat domain pasien secara menyeluruh, yaitu klinis, ekonomi, akses pelayanan, dan psikologis. Data tersebut selanjutnya dirancang untuk diproses dengan dukungan kecerdasan buatan (AI) guna membantu stratifikasi risiko dan analisis faktor yang memengaruhi kondisi pasien, sehingga dapat mendukung penyusunan rekomendasi intervensi bagi tenaga kesehatan, mulai dari edukasi, kunjungan rumah (home visit), telekonsultasi, pendampingan kader kesehatan, konseling psikologis, hingga rujukan sesuai kebutuhan pasien.

Capaian ini menunjukkan kemampuan mahasiswa FKIK UNIB dalam berkompetisi dan mengembangkan gagasan ilmiah di tingkat regional. Pencapaian Nabila diharapkan dapat memotivasi mahasiswa FKIK UNIB lainnya untuk terus mengasah prestasi, baik di bidang akademik, penalaran ilmiah, maupun kepemimpinan, guna mengharumkan nama almamater di kancah yang lebih luas. [WS | Ed. NAM]

E-Campus

Wisuda Online E-Paper Mail Unib E-Paper E-Learning E-Jurnal Portal Akademik Digilib

Pengunjung

Pranala Luar

Kemendikbud

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan

Free Medical Journal

Promoting free access to medical journal

Hindawi Pubishing Cooperation

Open Access journals across many areas of science, technology, and medicine

Ikatan Dokter Indonesia

Indonesian Medical Association - organisasi Profesi bagi dokter di seluruh wilayah Indonesia

MDPI – Open Access Publishing

MDPI (Multidisciplinary Digital Publishing Institute)