Tim Pengabdian FKIK UNIB Gelar Pelatihan BHD dan Penanganan Awal Korban Tenggelam di Kampoeng Durian
Bengkulu Tengah, 20 Agustus 2026 — Tim Pengabdian kepada Masyarakat Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Bengkulu (FKIK UNIB) menggelar “Pelatihan Bantuan Hidup Dasar (BHD) dan Penanganan Awal Korban Tenggelam” bagi 25 pengelola Wisata Kampoeng Durian, Desa Datar Lebar, Kabupaten Bengkulu Tengah, pada 20 Agustus 2026 pukul 09.30-12.00 WIB. Tim diketuai oleh dr. Syeri Febriyanti, M.Epid., dengan anggota Safira Zamrudiani, SKM., MPH., dr. Hesty Rhauda Ashan, Sp.PK, dan Ns. Lia Novita Sari, S.Kep., M.Kep.
Kegiatan ini antara lain dilatarbelakangi oleh adanya insiden tenggelam di kawasan wisata tersebut, yang menegaskan pentingnya kesiapsiagaan pengelola dalam memberikan pertolongan awal pada kondisi kegawatdaruratan. Pada kondisi tenggelam, respons cepat pada menit-menit awal menjadi penting, sementara akses tenaga kesehatan ke lokasi wisata memerlukan waktu.
Peserta mengikuti simulasi Bantuan Hidup Dasar dan penanganan awal korban tenggelam yang dipandu oleh dr. Hesty Rhauda Ashan, Sp.PK. dan Ns. Lia Novita Sari, S.Kep., M.Kep.
Sebanyak 25 pengelola wisata Kampoeng Durian mengikuti jalannya pelatihan dengan penuh antusias. Sesi materi teori dibawakan oleh dr. Hesty Rhauda Ashan, Sp.PK., yang memaparkan pentingnya golden time dan prosedur keselamatan dasar saat terjadi kegawatdaruratan. Suasana pelatihan semakin interaktif saat masuk pada sesi simulasi dan praktik langsung yang dipandu oleh Ns. Lia Novita Sari, S.Kep., M.Kep. Peserta juga mendapatkan pelatihan mengenai prinsip keselamatan penolong, evakuasi korban secara aman, penilaian respons dan pernapasan, serta pelaksanaan resusitasi jantung paru (RJP) sesuai prosedur yang diberikan oleh narasumber.
Selain memberikan pembekalan teori dan keterampilan praktis, tim juga menyerahkan sejumlah perlengkapan penunjang keselamatan, antara lain ambu bag untuk dewasa dan anak, kotak P3K, pelampung, ban penyelamat, jaket keselamatan, serta roll banner edukasi mengenai BHD dan penanganan awal korban tenggelam.
Tim Pengabdian kepada Masyarakat FKIK UNIB bersama pengelola Wisata Kampoeng Durian setelah pelaksanaan pelatihan
"Melalui pelatihan dan pemenuhan fasilitas keselamatan ini, kami berharap pengelola wisata Kampoeng Durian memiliki tingkat tanggap darurat yang tinggi. Keselamatan pengunjung adalah prioritas utama untuk membangun destinasi wisata yang aman dan berkelanjutan," ujar dr. Syeri Febriyanti, M.Epid. Melalui kegiatan ini, pengelola Wisata Kampoeng Durian diharapkan memiliki kesiapsiagaan yang lebih baik dalam menghadapi kondisi kegawatdaruratan dan mendukung upaya peningkatan keselamatan pengunjung. Kegiatan ini terlaksana dengan dukungan pendanaan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) Universitas Bengkulu. Tim Pengabdian menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Bengkulu atas dukungan dan fasilitasi yang diberikan sehingga kegiatan ini dapat terlaksana dengan baik. [WS | Ed. SZ-SF-NAM]










