FKIK Universitas Bengkulu Dorong Pencegahan DBD Sejak Dini melalui Program Jumantik Cilik

2026-08-06 IS | Ed. WS-NAM

Bengkulu, 4 Agustus 2026 – Dalam upaya meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pencegahan Demam Berdarah Dengue (DBD) sejak usia dini, dosen dan mahasiswa Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) Universitas Bengkulu melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat bertajuk "Sosialisasi Pemantau Jentik (Jumantik) Cilik" di SD Negeri 69 Kota Bengkulu, Selasa (4/8). Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi dalam bidang pengabdian kepada masyarakat melalui edukasi kesehatan yang melibatkan peserta didik sebagai agen perubahan di lingkungan sekolah maupun keluarga.

Kegiatan dipimpin oleh Dr. dr. Dessy Triana, M.Biomed dan dr. Ike Sulistiyowati, M.Biomed., Sp.Rad, dengan dukungan mahasiswa FKIK Universitas Bengkulu, Dhabith Surya Parma Diraja Naibaho dan Nabila Zahra Putri. Sebanyak 40 siswa kelas V yang berasal dari kelas A hingga D mengikuti kegiatan dengan antusias sejak awal hingga akhir.

Foto kegiatan edukasi kesehatan bertajuk “Sosialisasi Pemantau Jentik (Jumantik) Cilik” yang disampaikan oleh Dr. dr. Dessy Triana, M.Biomed kepada para siswa SDN 69 Kota Bengkulu

Rangkaian kegiatan diawali dengan pre-test untuk mengetahui tingkat pengetahuan awal siswa mengenai penyakit DBD, cara penularannya, serta pentingnya peran masyarakat dalam memberantas sarang nyamuk. Selanjutnya, tim pengabdian menyampaikan materi melalui presentasi interaktif mengenai nyamuk Aedes aegypti, siklus hidupnya, lokasi-lokasi yang berpotensi menjadi tempat perkembangbiakan jentik, serta langkah-langkah pencegahan yang dapat dilakukan melalui penerapan perilaku hidup bersih dan sehat. Setelah seluruh materi disampaikan, siswa kembali mengikuti post-test untuk mengevaluasi pemahaman mereka terhadap materi yang telah diberikan.

Tidak hanya mendapatkan materi di dalam kelas, para peserta juga diajak melakukan praktik lapangan dengan mengamati lingkungan sekolah guna mengidentifikasi tempat-tempat yang berpotensi menjadi lokasi genangan air dan perkembangbiakan jentik nyamuk. Kegiatan praktik ini memberikan pengalaman langsung kepada siswa dalam mengenali faktor risiko di lingkungan sekitar sekaligus memahami tindakan sederhana yang dapat dilakukan untuk mencegah berkembangnya nyamuk penyebab DBD.

Ketua tim pengabdian, Dr. dr. Dessy Triana, M.Biomed, menyampaikan bahwa edukasi mengenai pencegahan DBD perlu diberikan sejak usia sekolah agar anak-anak memiliki pengetahuan dan kepedulian terhadap kesehatan lingkungan.

Selama kegiatan berlangsung, peserta menunjukkan antusiasme yang tinggi. Hal tersebut terlihat dari keaktifan siswa dalam menjawab pertanyaan, mengikuti diskusi, serta berpartisipasi pada saat praktik lapangan. Semangat yang ditunjukkan para peserta diharapkan dapat menjadi modal awal dalam membangun budaya peduli terhadap kebersihan lingkungan dan pencegahan penyakit berbasis lingkungan sejak dini.

Dokumentasi kegiatan edukasi: siswa-siswa yang berhasil menjawab pertanyaan (kuis) dan praktik lapangan di lingkungan sekolah

Melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini, diharapkan para siswa mampu menjalankan peran sebagai Jumantik Cilik, yaitu memantau keberadaan jentik nyamuk secara rutin di lingkungan rumah maupun sekolah, sekaligus mengajak keluarga dan teman-temannya untuk melakukan pemberantasan sarang nyamuk secara berkelanjutan. Edukasi sejak usia sekolah diharapkan dapat mendukung peningkatan kepedulian terhadap pencegahan DBD di lingkungan rumah dan sekolah.

Tim Pengabdian kepada Masyarakat FKIK UNIB berfoto bersama guru dan para siswa SDN 69, Kota Bengkulu

Kegiatan berlangsung dengan lancar dan mendapat sambutan positif dari pihak SD Negeri 69 Kota Bengkulu. Melalui kegiatan pengabdian seperti ini, FKIK Universitas Bengkulu terus berkomitmen menjalankan perannya dalam memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat melalui kegiatan edukasi, pemberdayaan, serta kolaborasi dengan berbagai mitra guna mendukung peningkatan derajat kesehatan masyarakat. [IS | Ed. WS-NAM]

E-Campus

Wisuda Online E-Paper Mail Unib E-Paper E-Learning E-Jurnal Portal Akademik Digilib

Pengunjung

Pranala Luar

Kemendikbud

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan

Free Medical Journal

Promoting free access to medical journal

Hindawi Pubishing Cooperation

Open Access journals across many areas of science, technology, and medicine

Ikatan Dokter Indonesia

Indonesian Medical Association - organisasi Profesi bagi dokter di seluruh wilayah Indonesia

MDPI – Open Access Publishing

MDPI (Multidisciplinary Digital Publishing Institute)