Mahasiswi FKIK UNIB Publikasikan Riset Depresi Remaja Putri di Jurnal Internasional Terindeks Scopus Q3
Prestasi akademik kembali dicatat oleh mahasiswa Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Bengkulu (FKIK UNIB). Zahra Nabila Syifa, mahasiswi Program Studi Kedokteran FKIK UNIB dengan NPM H1A022021, berhasil mempublikasikan artikel ilmiah yang dikembangkan dari skripsinya di jurnal internasional Population Medicine yang terindeks Scopus Q3.
Artikel tersebut berjudul “Prevalence of Depression among Female Adolescents in Indonesia: A Cross-Sectional Study Using Data from the 2023 Indonesian Health Survey (SKI)” dan diterbitkan pada tahun 2026 dalam Population Medicine, Volume 8, Nomor 2, artikel 8, dengan DOI 10.18332/popmed/220962.
Publikasi ini ditulis oleh Zahra Nabila Syifa, Vernonia Yora Saki, S.K.M., M.K.M., dr. Ahmad Azmi Nasution, M.Biomed., dr. Rizkianti Anggraini, M.K.K., serta Aulia Rahman dari Universitas Andalas. Kolaborasi tersebut menunjukkan keterlibatan mahasiswa dan dosen dalam menghasilkan penelitian yang relevan dengan persoalan kesehatan masyarakat di Indonesia.
Zahra Nabila Syifa bersama dosen pembimbing, Vernonia Yora Saki, S.K.M., M.K.M. dan dr. Ahmad Azmi Nasution, M.Biomed., dalam dokumentasi pemaparan skripsi yang dikembangkan menjadi artikel di jurnal internasional terindeks Scopus Q3.
Penelitian ini mengangkat persoalan depresi pada remaja perempuan di Indonesia. Dengan menggunakan data sekunder dari Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023, penelitian menganalisis data dari 26.554 remaja perempuan berusia 15–19 tahun yang berasal dari berbagai wilayah di Indonesia.
Depresi dinilai menggunakan instrumen Mini International Neuropsychiatric Interview (MINI). Hasil penelitian menunjukkan bahwa prevalensi depresi pada remaja perempuan dalam populasi yang dianalisis adalah 1,6%.
Selain menggambarkan prevalensi depresi, penelitian ini mengidentifikasi sejumlah faktor sosiodemografis dan perilaku yang berasosiasi dengan depresi. Remaja perempuan yang tinggal di wilayah perkotaan memiliki peluang mengalami depresi sekitar 2,12 kali dibandingkan mereka yang tinggal di wilayah perdesaan.
Status pernikahan dan kebiasaan merokok juga ditemukan berasosiasi dengan depresi. Remaja perempuan yang berstatus cerai atau janda memiliki peluang depresi sekitar 4,32 kali dibandingkan mereka yang belum pernah menikah.
Pada variabel status merokok, mantan perokok memiliki peluang depresi sekitar 10,93 kali, sedangkan perokok aktif memiliki peluang sekitar 5,82 kali dibandingkan remaja perempuan yang tidak pernah merokok. Hasil tersebut diperoleh setelah analisis memperhitungkan sejumlah variabel sosiodemografis lain.
Temuan ini perlu dipahami sebagai hubungan statistik dan tidak secara langsung menunjukkan hubungan sebab-akibat. Desain penelitian potong lintang tidak dapat menentukan apakah kebiasaan merokok, status pernikahan, atau tempat tinggal mendahului munculnya depresi. Penelitian lanjutan dengan desain longitudinal masih diperlukan untuk menjelaskan arah hubungan tersebut.
Meskipun demikian, hasil penelitian memberikan informasi penting mengenai kelompok remaja perempuan yang dapat memerlukan perhatian lebih dalam program deteksi dini dan pencegahan depresi. Upaya promosi kesehatan mental perlu mempertimbangkan kondisi sosial, lingkungan tempat tinggal, status pernikahan, dan perilaku merokok pada remaja.
Penelitian ini menunjukkan bahwa karya ilmiah mahasiswa FKIK UNIB memiliki peluang untuk berkontribusi dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan diskusi kesehatan masyarakat pada tingkat internasional. Capaian ini juga mencerminkan peran dosen pembimbing dan kolaborator dalam mendukung mahasiswa menghasilkan penelitian yang memiliki dasar ilmiah kuat dan relevan dengan kebutuhan masyarakat.
FKIK UNIB menyampaikan selamat dan apresiasi kepada Zahra Nabila Syifa beserta seluruh tim penulis atas capaian tersebut. Prestasi ini diharapkan dapat memotivasi mahasiswa lain untuk terus mengembangkan penelitian yang berkualitas, relevan, dan memberikan manfaat bagi masyarakat. [WS-NAM]









