Mahasiswa FKIK UNIB Raih Gold Medal dan Juara Harapan 3 pada Lomba Essay Nasional IDEA Festival 5 IPB 2026
Dua mahasiswa Program Studi Kedokteran Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Bengkulu (FKIK UNIB), Fariqzah Claresta Nadani dan Nabila Zahra Putri, bersama tiga rekan dari fakultas lain berhasil meraih Gold Medal dan Juara Harapan 3 pada Lomba Essay Tingkat Nasional IDEA Festival 5. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Sentosa Foundation dan Bogor Science Club Institut Pertanian Bogor (BSC IPB) pada 6-7 Juni 2026.
Tim tersebut beranggotakan Fariqzah Claresta Nadani dan Nabila Zahra Putri dari Program Studi Kedokteran FKIK UNIB, serta Malzelka A. Sabillah dari Teknik Sipil, Tofik Aji Jaya Wardana dari Teknik Elektro, dan Ririn Angraini dari D3 Farmasi.
Kompetisi ini diikuti oleh 2.245 peserta dari 705 tim se-Indonesia. Setelah melalui seleksi paper, tim UNIB berhasil masuk dalam 100 tim finalis terbaik. Pada subtema Kesehatan, tim ini bersaing dengan 29 tim finalis dari berbagai perguruan tinggi, di antaranya UI, UGM, UB, UNDIP, dan Universitas Pertahanan. Melalui babak presentasi, tim berhasil meraih Juara 1 Subtema Kesehatan sekaligus Gold Medal. Para peraih Gold Medal dari delapan subtema kemudian dipertemukan kembali dalam babak akhir, dan tim UNIB berhasil meraih Juara Harapan 3 secara keseluruhan.
Nabila dan Fariqzah bersama tim UNIB meraih Gold Medal dan Juara Harapan 3 Lomba Essay Nasional IDEA Festival 5 IPB 2026
Esai yang diangkat tim UNIB berjudul “Transformasi Digital untuk Menekan Hipertensi pada Usia Produktif Menuju Indonesia Emas 2045.” Gagasan ini berangkat dari keprihatinan terhadap tingginya prevalensi hipertensi di Indonesia yang mulai banyak dijumpai pada kelompok usia produktif. Dalam esai tersebut, tim menyoroti bahwa sebagian besar kasus hipertensi masih belum terdiagnosis dan kerap baru diketahui setelah muncul komplikasi.
Tim UNIB memaparkan esai berjudul “Transformasi Digital untuk Menekan Hipertensi pada Usia Produktif Menuju Indonesia Emas 2045” pada babak presentasi.
Dalam gagasannya, tim menguraikan tiga lapisan permasalahan utama, yaitu rendahnya kesadaran masyarakat terhadap kondisi tekanan darahnya, belum optimalnya integrasi skrining rutin di layanan kesehatan primer, serta pendekatan promosi kesehatan yang masih konvensional dan belum sepenuhnya menjangkau gaya hidup masyarakat modern.
Sebagai respons terhadap permasalahan tersebut, tim menawarkan solusi berupa pengembangan perangkat wearable yang dapat memantau denyut jantung dan saturasi oksigen darah secara real-time. Perangkat ini dirancang menggunakan sensor MAX30102, diproses oleh mikrokontroler ESP32-C3, dan dapat mengirimkan data ke fasilitas kesehatan melalui jaringan seluler. Dalam konsep yang diajukan, perangkat tersebut tidak berfungsi sebagai alat diagnostik, melainkan sebagai sistem peringatan dini (early warning system) untuk membantu deteksi faktor risiko sebelum gejala muncul.
Selain inovasi teknologi, tim juga menekankan pentingnya strategi promotif dan preventif berbasis komunitas. Upaya tersebut dapat dilakukan melalui skrining aktif di sekolah, kampus, dan tempat kerja, serta edukasi kesehatan berkelanjutan melalui platform digital. Pendekatan ini diharapkan dapat membangun ekosistem pencegahan yang menghubungkan individu, kader kesehatan, dan fasilitas layanan primer.
Melalui esai tersebut, generasi muda diposisikan bukan hanya sebagai pengguna teknologi, tetapi juga sebagai inovator dan penggerak perubahan perilaku kesehatan masyarakat. Gagasan ini sejalan dengan semangat menuju Indonesia Emas 2045, terutama dalam membangun masyarakat yang lebih sehat, produktif, dan sadar terhadap pentingnya pencegahan penyakit sejak dini.
FKIK UNIB menyampaikan apresiasi kepada seluruh anggota tim atas prestasi yang diraih. Capaian ini diharapkan dapat menjadi motivasi bagi mahasiswa FKIK UNIB lainnya untuk terus aktif berkompetisi, mengembangkan gagasan inovatif, dan berkontribusi dalam bidang kesehatan melalui pendekatan ilmiah, kolaboratif, dan berdampak bagi masyarakat. [WS-NAM]










