FKIK UNIB Gelar Pelatihan Fasilitator untuk Perkuat Psychological Safety dalam PBL
Pemaparan Hasil Survei Evaluasi Fasilitator Tahun 2026 oleh Ketua MEU dan Pembukaan oleh Wakil Dekan Bidang Keuangan dan Umum
Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Bengkulu (FKIK UNIB) melalui Medical Education Unit (MEU) menyelenggarakan Pelatihan Fasilitator pada Rabu, 20 Mei 2026, pukul 08.00 - 12.00 WIB, di Ruang Kelas 1 FKIK UNIB. Kegiatan ini mengusung tema “Membangun Fasilitator Reflektif: Penguatan Psychological Safety dan Dinamika Kelompok dalam Problem-Based Learning.”
Pelatihan ini ditujukan untuk meningkatkan kapasitas dosen FKIK UNIB dalam menjalankan peran sebagai fasilitator Diskusi Kelompok (DK) pada metode Problem-Based Learning (PBL). Kegiatan ini menghadirkan dr. Riry Ambarsarie, M.Pd.Ked., pakar di bidang pendidikan kedokteran, sebagai narasumber utama.
Sebelum sesi inti dimulai, dr. Ike Sulistiyowati, M.Biomed., Sp.Rad., selaku Ketua MEU, memaparkan hasil survei evaluasi fasilitator tahun 2026. Pemaparan ini menjadi dasar penting dalam memetakan kebutuhan penguatan fasilitasi DK di lingkungan FKIK UNIB. Kegiatan kemudian dibuka secara resmi oleh Dr. dr. Enny Nugraheni S., M.Biomed.
dr. Riry Ambarsarie, M.Pd.Ked. menyampaikan materi mengenai peran fasilitator reflektif dalam penguatan proses PBL.
Dalam pelatihan ini, peserta mendapatkan penguatan mengenai pentingnya membangun rasa aman secara psikologis (psychological safety) dalam kelompok diskusi, mengelola dinamika kelompok, menerapkan Student-Centered Learning (SCL), serta mempraktikkan mindful facilitation. Peserta juga dibekali strategi untuk mengatasi kebuntuan diskusi (deadlock) dan mengelola waktu diskusi secara lebih efektif.
Pelatihan diikuti oleh 21 peserta yang terdiri atas dosen FKIK UNIB dan tamu undangan. Pada sesi pendalaman materi, narasumber mengajak peserta membahas anatomi PBL, penerapan 12 langkah PBL Brenda, serta kesalahan umum yang kerap tidak disadari oleh fasilitator dalam memandu diskusi kelompok.
Selain pemaparan materi, peserta juga mengikuti simulasi interaktif. Dalam sesi ini, peserta dibagi ke dalam dua kelompok kecil untuk melakukan roleplay, dengan bergantian berperan sebagai fasilitator dan mahasiswa. Simulasi ini memberi kesempatan kepada peserta untuk mempraktikkan langsung teknik fasilitasi yang reflektif, komunikatif, dan sesuai dengan prinsip PBL.
Evaluasi kegiatan menunjukkan adanya peningkatan rata-rata nilai peserta dari pre-test ke post-test. Selain itu, pelatihan ini menjadi ruang penyegaran bagi para dosen dalam memperbaiki cara memandu diskusi, terutama dalam membantu mahasiswa mengembangkan alur analisis masalah secara lebih mendalam dan berkesinambungan.
Melalui kegiatan ini, FKIK UNIB berharap para fasilitator dapat semakin optimal dalam mendampingi mahasiswa, tidak hanya dalam memahami konsep dasar, tetapi juga dalam mengembangkan kemampuan berpikir kritis, integratif, dan aplikatif dalam menyelesaikan kasus klinis. [KED-SZ-NAM].
FKIK UNIB menyerahkan sertifikat kepada narasumber dan menutup kegiatan dengan foto bersama peserta Pelatihan Fasilitator











