FKIK UNIB pada PKM 2026: Empat Tim Dipimpin Mahasiswa FKIK, Tujuh Tim Lain Diperkuat Kolaborasi Lintas Fakultas

2026-04-15 WS-NAM

Universitas Bengkulu resmi mengumumkan hasil seleksi internal Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) 2026. Pada ajang tersebut, Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Bengkulu (FKIK UNIB) mencatat capaian membanggakan dengan meloloskan empat tim yang diketuai mahasiswa FKIK UNIB, terdiri atas tiga tim pada skema PKM Riset Eksakta (PKM-RE) dan satu tim pada skema PKM Karya Cipta (PKM-KC). Selain itu, mahasiswa FKIK UNIB juga turut berkontribusi sebagai anggota dalam tujuh tim PKM yang diketuai oleh mahasiswa dari fakultas lain. Capaian ini menunjukkan semangat inovasi dan kolaborasi yang terus tumbuh di lingkungan FKIK UNIB.

BIO-GERCA: Melawan Infeksi Jamur dengan Potensi Alam Bengkulu

Tim pertama mengangkat isu infeksi jamur kulit melalui riset berjudul BIO-GERCA: Pengembangan Medicated-gel Berbasis Kitosan, Ekstrak Jeruk Gerga Bengkulu, dan Citronella Oil sebagai Inhibitor Trichophyton rubrum. Inovasi ini berfokus pada pengembangan gel medis yang memadukan kitosan, ekstrak jeruk gerga khas Bengkulu, dan minyak serai wangi sebagai agen antijamur. Melalui gagasan ini, tim tidak hanya mengangkat masalah kesehatan yang masih sering dijumpai di masyarakat, tetapi juga mengeksplorasi potensi komoditas lokal Bengkulu untuk pengembangan produk kesehatan. Tim ini diketuai oleh Gabriel Aloysius Sinaga bersama Fariqzah Claresta Nadani, Nabila Zahra Putri, Puti Byduri Bulan, dan Ariani Salsabilla, dengan dosen pembimbing dr. Noor Diah Erlinawati, M.Gizi., Sp.G.K.

Foto tim PKM FKIK UNIB pengusul BIO-GERCA yang lolos seleksi internal PKM 2026

HealU Pad: Inovasi Perawatan Luka Diabetik dari Rumput Laut

Tim kedua mengembangkan riset bertajuk Inovasi HealU Pad: Pad Antibakteri dan Antioksidan Berbasis Ekstrak Rumput Laut Ulva lactuca sebagai Wound Dressing pada Ulkus Diabetikum. Gagasan ini menyoroti ulkus diabetikum sebagai salah satu komplikasi diabetes yang memerlukan perhatian serius. Melalui pemanfaatan rumput laut hijau Ulva lactuca, tim mengembangkan konsep balutan luka dengan potensi antibakteri dan antioksidan. Inovasi ini menunjukkan pemanfaatan sumber daya alam Indonesia dalam pengembangan alternatif perawatan luka. Tim diketuai oleh Mayang Aprilia bersama Fika Aurora Natasya Br. Simanjuntak, Mutiara, Beirta Rahmadhani, dan Intan Rotua RG, dengan dosen pembimbing Debie Rizqoh, S.Si., M.Biomed.

Mucoadhesive Patch: Alternatif untuk Stomatitis Aftosa Rekuren pada Anak

Tim ketiga menaruh perhatian pada masalah stomatitis aftosa rekuren (SAR) pada anak melalui riset berjudul Formulasi dan Uji Efektivitas Mucoadhesive Patch Berbasis Ekstrak Curculigo latifolia dan Carica papaya L. untuk Stomatitis pada Anak. Tim ini mengembangkan plester mukosa yang dirancang menempel langsung pada lesi di rongga mulut dan melepaskan bahan aktif secara perlahan. Bahan aktif yang digunakan berasal dari Curculigo latifolia dan pepaya yang dinilai memiliki potensi dalam mendukung perbaikan lesi. Inovasi ini diharapkan dapat menjadi alternatif yang lebih nyaman bagi pasien anak. Tim diketuai oleh Salsah Nabila bersama Aisyah Nur Adhaninalia Pohan, Fallinda Shila Darini, dan Avicenna Yaqutah Hardisi, dengan dosen pembimbing Liya Agustin Umar, S.Si., M.Biomed.

Tim mahasiswa FKIK UNIB pengusul Mucoadhesive Patch untuk stomatitis aftosa rekuren (SAR) pada anak

Sistem Triage Pintar: Teknologi Darurat di Genggaman

Berbeda dari tiga tim sebelumnya, tim keempat hadir melalui skema PKM-KC dengan mengembangkan solusi digital di bidang kegawatdaruratan medis. Melalui gagasan Sistem Triage Pintar Berbasis Mobile untuk Penanganan Darurat dan Pembelajaran Kebencanaan, tim merancang aplikasi yang dapat membantu penentuan prioritas penanganan pasien dalam situasi darurat. Selain berfungsi sebagai alat bantu triase, sistem ini juga dirancang sebagai media pembelajaran kebencanaan. Tim ini diketuai oleh Siti Aisyah bersama Cynthia Caroline serta tiga mahasiswa Teknik Informatika, yaitu Davi Sulaiman, Diodo Arrahman, dan Ade Irawan, dengan dosen pembimbing Vernonia Yora Saki, S.K.M., M.K.M.

Tim PKM-KC pengusul Sistem Triage Pintar berbasis mobile untuk penanganan darurat dan pembelajaran kebencanaan

Keberhasilan keempat tim ini tidak lepas dari kerja keras mahasiswa serta dukungan para dosen pembimbing sejak tahap penyusunan proposal. Lolosnya empat tim FKIK UNIB pada seleksi internal tingkat universitas menjadi salah satu cerminan tumbuhnya budaya riset di lingkungan fakultas. FKIK UNIB menyampaikan apresiasi dan selamat kepada seluruh tim, serta mendorong mereka untuk terus bersemangat menghadapi tahapan selanjutnya di tingkat nasional.

Mahasiswa FKIK UNIB dalam Tim PKM Lintas Fakultas

Di luar keempat tim yang diketuai mahasiswa FKIK UNIB, sejumlah mahasiswa FKIK UNIB juga turut lolos seleksi internal PKM 2026 sebagai anggota dalam tujuh tim yang diketuai oleh mahasiswa dari fakultas lain. Kontribusi ini menunjukkan bahwa mahasiswa FKIK UNIB tidak hanya aktif memimpin tim riset dan karya cipta, tetapi juga terlibat dalam kolaborasi lintas fakultas yang memperkaya perspektif keilmuan dalam pengembangan inovasi.

HAND-MATE: Rehabilitasi Motorik Pasca Stroke Berbasis Teknologi

Tim dari Fakultas Teknik Informatika yang diketuai oleh Achmad Apanza mengembangkan HAND-MATE: Purwarupa Bola Genggam Dual-Material Berbasis Audio-Biofeedback dan Telemetri MQTT untuk Rehabilitasi Motorik Pasca Stroke Menuju Kesehatan Inklusif. Inovasi ini dirancang sebagai alat rehabilitasi tangan berbentuk bola genggam yang memadukan dua material dengan tingkat kekerasan berbeda untuk mendukung pemulihan fungsi motorik jari dan genggaman tangan pasien pasca stroke. Sistem audio-biofeedback memberikan umpan balik secara real-time selama latihan, sementara telemetri MQTT memungkinkan pemantauan dari jarak jauh oleh tenaga medis. Mahasiswa FKIK UNIB yang tergabung dalam tim ini adalah Florenchika Vanesyaroza, dengan dosen pembimbing Muhammad Arfan, S.T., M.T.

HemoVision: Skrining Dini Anemia Non-Invasif Berbasis Machine Learning

Tim dari Fakultas Teknik Elektro yang diketuai oleh Rafi Nurhakim mengembangkan HemoVision: Inovasi Analisis Citra Konjungtiva Berbasis Machine Learning untuk Skrining Dini Anemia Non-Invasif guna Penguatan Sistem Kesehatan Nasional. Inovasi ini memanfaatkan citra konjungtiva mata untuk membantu deteksi dini anemia secara cepat dan tanpa invasif. Sistem dirancang portabel, dapat digunakan secara luring, dan sekaligus menjadi media edukasi kesehatan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pencegahan dan deteksi anemia. Mahasiswa FKIK UNIB yang bergabung dalam tim ini adalah Tamara Jevani dan Haniyah Putri Aqilah, dengan dosen pembimbing Muhammad Arfan, S.T., M.T. Gagasan HemoVision ini juga sebelumnya meraih Juara 1 Bidang Inovasi pada PIM UNIB 2025.

Sistem Skrining Risiko Anemia Kehamilan Non-Invasif Berbasis Smartphone

Tim dari Fakultas Teknik Informatika yang diketuai oleh Muhammad Kadafi Naufala mengembangkan Sistem Skrining Risiko Anemia Kehamilan Non-Invasif Melalui Palpebral Conjunctiva Berbasis Smartphone dan Machine Learning Terintegrasi Opto-Mechanic Light-Shield. Sistem ini dirancang untuk membantu mendeteksi risiko anemia pada ibu hamil melalui analisis citra kelopak mata bagian dalam dengan bantuan kamera smartphone dan pengendali cahaya agar pencahayaan lebih konsisten. Integrasi machine learning diharapkan dapat memberikan analisis citra yang akurat dan cepat, sehingga skrining anemia kehamilan dapat dilakukan di mana saja tanpa perlu peralatan laboratorium. Tiga mahasiswa FKIK UNIB yang tergabung dalam tim ini, adalah Nabiilah Al Amaaniy, Naisya Shafa Salsabila, dan Adiva Laiqa Zafirah, dengan dosen pembimbing Ernawati, ST., M.Cs.

Nanoemulsigel Teh Kabawetan: Inovasi Terapi Dermatitis Seboroik dari Kearifan Lokal

Tim dari FMIPA Kimia yang diketuai oleh M. Nurrahman mengangkat riset berjudul Formulasi Sediaan Nanoemulsigel Ekstrak Daun Teh Kabawetan (Camellia sinensis) sebagai Alternatif Pendukung Terapi Dermatitis Seboroik. Penelitian ini mengeksplorasi potensi daun teh dari kawasan Kabawetan, Bengkulu, sebagai bahan aktif dalam sediaan nanoemulsigel, yakni formulasi topikal yang dirancang untuk meningkatkan penetrasi bahan aktif pada kulit. Daun teh Camellia sinensis dikenal kaya akan senyawa polifenol yang memiliki aktivitas antiinflamasi dan antimikroba, dua sifat yang relevan dalam penanganan dermatitis seboroik. Inovasi ini sekaligus mengangkat komoditas lokal Bengkulu ke ranah produk kesehatan berbasis riset ilmiah. Mahasiswa FKIK UNIB yang tergabung adalah Resadila Anjelina Br Panjaitan, dengan dosen pembimbing Avidlyandi, S.Si., M.Si.

Hydrogel Selulosa Bakteri-Kitosan: Alternatif Perawatan Ulkus Diabetikum

Tim dari FMIPA Kimia yang diketuai oleh Siti Rahmadania Putri mengembangkan riset berjudul Formulasi Hydrogel Selulosa Bakteri-Kitosan Ekstrak Daun Kersen (Muntingia calabura) Berkemampuan Self Healing dan Slow Release sebagai Alternatif Terapi Ulkus Diabetikum. Riset ini memadukan selulosa bakteri dan kitosan sebagai matriks hydrogel yang diperkaya ekstrak daun kersen, tanaman yang dikenal memiliki sifat antiinflamasi dan antibakteri, dengan tujuan pengembangan alternatif balutan luka untuk ulkus diabetikum. Mahasiswa FKIK UNIB yang tergabung dalam tim ini adalah Nadia Rizki Zalma, dengan dosen pembimbing Prof. Dr. Morina Adfa, S.Si., M.Si.

Baccaurea lanceolata: Menggali Potensi Tanaman Lokal sebagai Kandidat Obat TBC

Tim dari FMIPA Biologi yang diketuai oleh Meicha Namila Sari mengangkat riset berjudul Aktivitas Antibakteri Senyawa Metabolit Tanaman Baccaurea lanceolata dan Potensinya sebagai Obat TBC (Tuberculosis) Masa Depan. Riset ini menelaah potensi ekstrak tanaman lokal Baccaurea lanceolata terhadap bakteri Mycobacterium. Di tengah meningkatnya kasus resistensi obat antituberkulosis, riset berbasis bahan alam ini menjadi penting sebagai langkah awal penemuan kandidat obat baru. Mahasiswa FKIK UNIB yang tergabung dalam tim ini adalah Muhammad Raihan dan Rosevelt Lethare Sipahutar, dengan dosen pembimbing Dr. Sipriyadi, S.Si. M.Si.

Vibra-Safe Ward: Gagasan Ruang ICU yang Lebih Adaptif bagi Pasien Kritis

Tim dari Fakultas Teknik Sipil yang diketuai oleh Eka Reira Febia mengajukan gagasan berjudul Vibra-Safe Ward: Desain Ruang Perawatan Kritis Rumah Sakit dengan Sistem Isolasi Mikro-getaran Berbasis Respons Fisiologis Pasien ICU melalui skema PKM Gagasan Futuristik Tertulis (PKM-GFT). Gagasan ini menyoroti dampak negatif getaran mikro yang berasal dari aktivitas bangunan, lalu lintas, dan peralatan medis terhadap kondisi fisiologis pasien yang dirawat di Intensive Care Unit (ICU). Tim mengusulkan desain ruang perawatan kritis yang dilengkapi sistem isolasi getaran adaptif yang merespons secara langsung terhadap parameter fisiologis pasien, seperti tekanan darah dan denyut jantung, sehingga lingkungan perawatan dapat secara aktif meminimalkan gangguan getaran yang berpotensi memperburuk kondisi pasien kritis. Mahasiswa FKIK UNIB yang terlibat dalam tim ini adalah Acha Stevani Khairunnisa, dengan dosen pembimbing Agustin Gunawan, ST., M.Eng.

Secara keseluruhan, keterlibatan mahasiswa FKIK UNIB dalam tim PKM lintas fakultas menunjukkan bahwa mahasiswa FKIK UNIB mampu berkontribusi aktif dalam pengembangan inovasi berbasis kesehatan, baik melalui riset bahan alam, pengembangan teknologi skrining, rehabilitasi, maupun gagasan futuristik di bidang layanan kesehatan. FKIK UNIB menyampaikan apresiasi kepada seluruh mahasiswa yang terlibat dan mendorong mereka untuk terus bersemangat menghadapi tahapan selanjutnya [WS-NAM].

E-Campus

Wisuda Online E-Paper Mail Unib E-Paper E-Learning E-Jurnal Portal Akademik Digilib

Pengunjung

Pranala Luar

Kemendikbud

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan

Free Medical Journal

Promoting free access to medical journal

Hindawi Pubishing Cooperation

Open Access journals across many areas of science, technology, and medicine

Ikatan Dokter Indonesia

Indonesian Medical Association - organisasi Profesi bagi dokter di seluruh wilayah Indonesia

MDPI – Open Access Publishing

MDPI (Multidisciplinary Digital Publishing Institute)