Edukasi Pemilihan Gizi yang Tepat Agar Lansia Sehat
Peningkatan jumlah penduduk lansia merupakan fenomena global, dimana populasinya meningkat dari 1 miliar pada tahun 2020 menjadi 1,4 miliar pada tahun 2024. Sejalan dengan hal tersebut, persentase penduduk lansia di Indonesia mencapai 12% pada tahun 2024. Di Bengkulu, persentase penduduk lansia mencapai 10,88% pada tahun yang sama. Kondisi demografi ini juga tercermin pada tingkat lokal, khususnya di Gereja Kristen Sumatera Bagian Selatan (GKSBS) Bengkulu, yang sebagian besar jematnya merupakan lansia yaitu sekitar 50 dari 120 keluarga (41,67%). Lansia mengalami proses menua (aging) yang pasti terjadi, tidak dapat dihindari, dan ditandai dengan beberapa perubahan seperti perubahan fisik, psikologi, dan soaial. Proses penuaan dapat memengaruhi kebutuhan gizi dan kemampuan tubuh dalam memanfaatkan zat-zat gizi tersebut. Lansia rentan mengalami gangguan asupan makanan yang dapat memicu atau memperburuk kondisi kesehatan secara umum. Oleh karena itu, diperlukan edukasi gizi menganai pemilihan gizi yang tepat agar lansia tetap sehat.
Kegiatan pengabdian kepada masyarakat dengan tema “Makanan Sehat dan Seimbang untuk Lansia” dilaksanakan di GKSBS Bengkulu pada hari Sabtu, 18 Oktober 2025 pukul 09.00–12.00 WIB. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran lansia mengenai pentingnya pemenuhan gizi seimbang dalam mendukung kesehatan pada masa lanjut usia.
Kegiatan diawali dengan pemeriksaan fisik yang meliputi pengukuran berat badan, tinggi badan, tekanan darah, dan kadar gula darah sewaktu. Pemeriksaan ini bertujuan untuk memperoleh gambaran awal mengenai status kesehatan peserta sebelum menerima intervensi edukatif. Selanjutnya, sesi edukasi gizi disampaikan oleh dosen Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Bengkulu, Kezia Elian Devina, S.Gz., M.Gz., menggunakan metode ceramah interaktif dan diskusi.
Materi edukasi mencakup kebutuhan gizi lansia, strategi pemenuhan gizi berdasarkan prinsip gizi seimbang, serta pemilihan jenis makanan yang dianjurkan maupun yang perlu dibatasi sesuai dengan kondisi kesehatan individu. Kegiatan berlangsung dengan antusiasme tinggi; peserta aktif berpartisipasi dan mengajukan berbagai pertanyaan selama sesi diskusi.
Melalui kegiatan ini, diharapkan para lansia mampu menerapkan pola makan yang sesuai dengan prinsip gizi seimbang dan menyesuaikan konsumsi pangan dengan kondisi kesehatannya guna mencapai status kesehatan yang optimal. Selain itu, kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal dalam memperkuat kolaborasi antara Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Bengkulu, tenaga kesehatan, pemerintah, dan masyarakat dalam upaya peningkatan status gizi dan kesehatan lansia (KED/VYS).
Dokumentasi Kegiatan
Gambar 1. Pemeriksaan fisik lansia oleh dosen dan mahasiswa FKIK UNIB
Gambar 2. Penyampaian materi edukasi
Gambar 3. Sesi Diskusi Bersama Peserta
Gambar 4. Foto bersama dengan peserta kegiatan pengabdian kepada masyarakat













