Edukasi Kesehatan Bahaya Hipertensi pada Masyarakat
Pada Sabtu, 07 Juni 2025, dr. Indria Asrinda, M. Biomed yang merupakan salah satu staf pengajar FKIK Universitas Bengkulu beserta tim melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat di RT 06 Kelurahan Penurunan. Kegiatan pengabdian ini bertepatan dengan perayaan pemotongan hewan qurban dengan memberikan edukasi terkait hipertensi yang dikenal sebagai "silent killer" karena sering kali tidak menunjukkan gejala hingga menimbulkan komplikasi serius.
Kegiatan pengabdian ini dilatar belakangi oleh tingginya prevalensi hipertensi di Indonesia. Menurut data terbaru dari World Health Organization (WHO), sekitar 1,28 miliar orang dewasa di seluruh dunia mengalami hipertensi. Di Indonesia, Riskesdas 2018 mencatat prevalensi hipertensi mencapai 34,1%. Angka ini menunjukkan bahwa hipertensi merupakan masalah kesehatan yang serius dan perlu mendapatkan perhatian lebih, terutama di kalangan masyarakat yang sering mengonsumsi daging merah saat perayaan seperti qurban.
Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya mengenali dan mengendalikan hipertensi. Dalam kegiatan ini, tim pengabdian memberikan informasi mengenai faktor risiko, gejala, dan cara pencegahan hipertensi. Selain itu, mereka juga melakukan pemeriksaan tekanan darah secara gratis bagi warga yang hadir, sehingga masyarakat dapat mengetahui kondisi kesehatan mereka secara langsung.
Manfaat dari kegiatan ini, terutama dalam konteks perayaan qurban yang identik dengan konsumsi daging merah, adalah meningkatnya pemahaman masyarakat tentang hipertensi, diharapkan juga masyarakat dapat lebih bijak dalam mengatur pola makan dan gaya hidup mereka. Selain itu, edukasi ini juga bertujuan untuk mendorong warga agar lebih proaktif dalam memeriksakan kesehatan mereka secara rutin, sehingga dapat mencegah komplikasi yang lebih serius akibat hipertensi.
Kegiatan pengabdian ini juga mendapat sambutan positif dari warga RT 06 Kelurahan Penurunan. Banyak dari mereka yang mengapresiasi upaya tim pengabdian dalam memberikan informasi yang bermanfaat. Diharapkan, melalui kegiatan pengabdian ini, masyarakat tidak hanya mengenali hipertensi sebagai masalah kesehatan, tetapi juga mampu mengendalikan dan mencegahnya, sehingga kualitas hidup mereka dapat meningkat. Pengabdian masyarakat ini juga menjadi langkah awal yang baik untuk menciptakan masyarakat yang lebih sehat dan sadar akan pentingnya kesehatan. (IA/VYS).













