Benchmarking di Rumah Sakit Hasanudin Universitas Hasanudin Makassar

Benchmarking di Rumah Sakit Hasanudin
Universitas Hasanudin Makassar
5-6 November 2021

Latar Belakang Kegiatan
Fasilitas kesehatan di provinsi Bengkulu belum menggambarkan kemudahan akses ke fasilitas kesehatan terdekat, seperti akses ke rumah sakit di provinsi Bengkulu secara keseluruhan 38,74% merasa cukup sulit untuk menjangkaunya. Meningkatnya fasilitas Pelayanan Kesehatan yang terdiri dari FKTP/Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (Puskesmas, klinik pratama, praktik mandiri tenaga kesehatan), Laboratorium Kesehatan, Unit Transfusi Darah, FKTRL/Fasilitas Kesehatan Tingkat Rujukan Lanjut (rumah sakit umum dan rumah sakit khusus) di Indonesia, tidak diikuti dengan meningkatnya sumber daya tenaga kesehatan yang mendukungnya. Sehingga target tingkat kesehatan belum mencapai maksimal, baik diperkotaan maupun dipedesaan. Begitu pula dengan kondisi kesehatan di daerah Provinsi Bengkulu, presentase beberapa  permasalahan kesehatan masih cukup tinggi. Oleh karena itu, masih diperlukan adanya analisis serta studi lanjut untuk menciptakan fasilitas kesehatan yang relevan serta mampu menjadi rujukan terutama bagi masyarakat di Provinsi Bengkulu. Universitas Bengkulu sebagai satu-satunya universitas yang telah memiliki Program Studi Kedokteran di Provinsi ini memegang peranan dalam rangka penyediaan fasilitas kesehatan dan sebagai rumah sakit pendidikan. Pendirian serta pengembangan Rumah Sakit Universitas Bengkulu ini memerlukan pendalaman dan analisis lebih lanjut dalam prosesnya. Oleh karena itu, sangat diperlukan pengalaman dari rumah sakit sebelumnya yang telah mengalami proses penerimaan dana hibah luar negeri. Salah satu dari rumah sakit dengan karakteristik tersebut yaitu rumah sakit Universitas Hasanuddin.

Tujuan Kegiatan
Kegiatan ini bertujuan untuk memperkenalkan manajemen pengelolaan PIU serta persiapan pendirian rumah sakit pendidikan. Selain itu, diharapkan tim dari RS UNIB juga dapat mengetahui manajemen sumber daya manusia di RS Universitas Hasanuddin.

Pelaksanaan Kegiatan
Hari/Tanggal : Jumat, 5 November 2021
Tempat :Ruang Pertemuan Direksi Lt. 1 Gedung E-F
Agenda : 
1. Manajemen pengelolaan PIU
2. Persiapan penetapan manajemen Rumah Sakit Pendidikan (di bawah Universitas atau di bawah Fakultas, dan regulasi internal yang diperlukan).

Rincian Kegiatan

NO

Topik Pembahasan

Poin Pembahasan

Keterangan

1

Pembukaan

Dr. dr. A. Indahwaty Sidin, MHSM.

  • RS Unhas Berdiri sejak 2010
  • Menerima project LOAN, sejak Tahun 2014 dan beliau sendiri terlibat dalam pembuatan Proposal Pengajuan project tersebut.
  • Fokus pada pelayanan Rumah Sakit
  • Topoksi utama managemen yang utama adalah sebagai pengajar dan pelayanan kesehatan seperti operasi dll
  • Sebagian besar direktur di RS Unhas adalah dosen UNHAS, part-timer di rumah sakit.

 

Prof. Dr. Irfan Gustian, M.Si

  • Prof Irfan memaparkan kondisi terkini pendirian RS Pendidikan UNIB (hibah SFD, pembangunan dan persiapan rumah sakit); pengembangan SDM (Degree & non- Degree Training); AMDAL sudah dilakukan; 2022 sudah mulai dilaksanakan proyek pembangunan fisik. FKIK berdiri sejak 2008, 2014 menjadi fakultas sendiri.
  • Harapannya RS Unhas dapat membantu dalam memahami, pengelolaan tata kelola, managemen resiko, managemen Keuangan, manajemen.

Plh Direktur Utama RSPTN Unhas

Wakil Rektor Bidang Kerjasama

UNIB

2

Profil Rumah Sakit

Profil Rumah Sakit Unhas

  • Penayangan profil RS UNHASà beroperasi sejak 2010; visi dan misi menyertakan unsur pendidikan, tidak hanya mengenai pelayanan kesehatan tetapi juga pendidikan, penelitian yang bertaraf internasional serta peningkatan suasana akademik. Unggulan sbg pusat penelitian di daerah Timur dan terdepan dalam pelayanan kesehatan.
  • Pelayanana ICU dg dukungan teknologi yang relevan, layanan USG 4D, radioterapi untuk penanganan sel kanker, layanan kesehatan kulit dg tenaga medis professional.
  • Lab patologi anatomi à peralatan mutakhir untuk pemeriksaan yang cepat dan akurant
  • Layanan apheresis perama di Indonesia Timur
  • Pediatric eye center merupakan satu-satunya layanan unggulan di Indonesia Timur
  • Unit Bank Darah
  • Layanan informasi dan Obat 24 jam
  • Poli kosmetik
  • Layanan rawat inap dengan berbagai kelas perawatan; layanan informasi tariff
  • Slogan utama di RS UNHAS Tulus Melayani

 

 

3

Pemaparan Regulasi terkait dengan Kebijakan Rumah Sakit

Nur Arifah, SKM., MA.

Pengembangan  SDM RSUH

  • Pengembangan SDM harus dilakukan secara Sistematis dan terorganisir untuk memmberikan pengetahuan konseptual, teoritis dan skill based untuk mencapai tujuan rumahsakit
  • Konsep Human sebagai capital value
  • Karyawan adalah sebagai asset karena mereka sebagai rekan dalam memenuhi strategis bisnis
  • “Sukses RSUH adalah sukses kita bersama”
  • Pengembangan Pegawai melakukan pendidikan, pelatihan, penugasan atasan langsung (bukan beban tapi sebagai challenge untuk lebih baik), coaching dan monitoring pendampingan BPSS, Pembelajaran Mandiri)
  • Perlu ada support (screening BPSS- memantau masalah pada SDM, tokoh Agama, psikolog, psikiater
  • Kesempatan pendidikan (beasiswa dari RSUH dan luar RSUH) untuk yang sudah mengabdi min. 2 Tahun, ke perguruan dengan Akreditasi Kampus dan Prodi minimal “B” untuk memberikan kapastian kualitas.
  • Hanya 20% dari Staff yang boleh sekolah diwaktu yang sama, setelah balik sekolah ditentukan berapa tahun minimal mengabdi baru boleh sekolah lagi
  • Budgettingà prioritas ditentukan dengan kemampuan keuangan
  • Semua Staff membuat Perjanjian, diminta mendesiminasikan hasil pelatihan dan menjadi tentor bagia karyawan lain (non-sertificated)
  • Skill Based, mereka diminta untuk membuat Action Planning, minimal 2 Tahun setelah mereka pelatihan baru boleh pindah ketempat kerja yang lain.
  • Sebagian besar (60%) non PNS
  • Pengembangan Carrier (pendidikan gelar dan nongelar), Diklat.
  • Best Practiceà menggali, merumusakan dan merahasikan identitas SDM yang bermasalah, mendesiminasikan hasil pelatihan, paperless , recruitment: CAT, Tallent Mapping, layanan Spirituan (BPSS), masa Pandemi (cek kesehatan, akomodasi isoman)
  • Pembiayaanà Universitas, LOAN
  • Pengembangan SDM dengan Human Capital Management Approach à investasi jangka panjang shg mengeluarkan biaya yang cukup besar. SDM tersebut merupakan Intellectual capital (Human capital, social capital).
  • Karyawan dipandang sebagai asset bukan cost, fungsi mereka dianggap sbg partner bisnis bukan hanya penyokong.
  • Pertemuan rutin pencegahan, pemantauan dan pengendalian indisipliner pegawai
  • Diseminasi pelatihan
  • Rekrutment: CAT, talent mapping
  • Layanan Biopsikososial-spiritual (BPSS)
  • Masa pandemi: screening Kesehatan; fasilitasi akomodasi untuk isolasi mandiri.
  • Tenaga dokter ada yang ASN dan Non-ASN. Pelayanan medis unggulannya dibedakan dengan RS Wahidin.
  • SIMRS dan Kepala Bid Keuangan bukan Dosen (Bagian Keuangan dari Universitas).
  • Dokter maupun dokters spesialis statusnya sebagai tendik; kelemahannya yang bersangkutan tidak dapat mengurus fungsionalnya, karena tidak ada fungsional untuk tendik.

Kepala Bidang SDM dan Adm Umum RSPTN Unhas

4

Managemen Pengelolaan Project

Prof. Dr. Indrianty Sudirman, S.E., M.Si., CRMP., CRGP.

  • Ruang lingkup (Consultant sevices, Construction Work, Equipment, Telemedicine, Human resources, Project management (PIU).
  • Harus ada SOP
  • Persoalan utama adalah kontrak, tolong kontrak dibaca, lebih baik berkelahi diawal untuk masalah kontrak.
  • Tatakelola (hubungan antara eksektif agency ke PIU
  • Kalau untuk mengatur internal ke Pokja berdasarkan SK Rektor saja
  • Mekanisme Pembayaran honor diluar PIU dengan dibuatkan analisa resiko pekerjaan diperkuat dengan SK Rektor (curahan waktu, resiko dll) Pilihannya No1 adalah orang orang yang berintegritas, kalau diaudit? Tidak ada masalah, Honor PPK mengikuti SBM sedangkan PIU mengikuti SBK.
  • Direktur PIU harus PPK dan bersertifikat
  • Hibah dengan pendirian gedung Baru akan jauh lebih mudah dibandingkan menggunakan gedung mangkrak.
  • Gambaran Equipment Tim di RSUH yaitu konsultan mereview semua kebutuhan project ini merekalah yang akan menentukan kebutuhan secara menyeluruh (konsultan jangan dibiarkan mengintervensi kebutuhan rumah sakit)
  • Organ Rektor: ada namanya SOTK, ada lagi SOTK Fakultas
  • Rekrutmen: rumah sakit sendiri, karena sudah diberikan autonomi keuangan sejak 2019 untuk rekrutmen sendiri.
  • SK tenaga kontrak adalah SK Rektor
  • Tenaga Non-PNS Tidak Tetap
  • Awal beroperasi rumah sakit karena waktu itu masih BLU, maka dibantu dari PNBP universitas Hasanuddin selama 3 Tahun, mungkin kalau UNIB bisa 5 Tahun.
  • Kontrak dengan consultant services didasarkan pada time management
  • Harus lebih mepernahatikan PCC (kesepakan pra-kontrak)
  • Pihak lainnya yang bekerja di bawah koordinasi PIU yaitu tim teknis, yang berkaitan dengan pekerjaan langsung yang akan ditangani.
  • Penanggungjawab bukan per-proyek melainkan per fungsi à officer nya, technical nya yang tim teknis.
  • Konsultan tidak mengintervensi terlalu banyak dalam pengadaan peralatan RS.

Ketua Project Implementation Unit Pengembangan RSPTN Unhas

Hari/Tanggal: Sabtu, 6 November 2021
Tempat: Ruang Pertemuan Direksi Lt. 1 Gedung E-F
Agenda: 
1.Pelaksanaan tender, mulai dari pengumuman hingga penetapan pemenang
2.Manajemen sumber daya manusia operasional Rumah Sakit Pendidikan (dosen, tenaga medis, non-medis dan pendukung)
3.Kunjungan ke RS Pendidikan Universitas Hasanuddin

Rincian Kegiatan

NO

Topik Pembahasan

Poin Pembahasan

Keterangan

Hari ke-2 (Sabtu 6 November 2021)

1

Medical Equipment TenderProcesss

Narsum: Dian Utami Mas Bakar, S.H., M.H.

Proses Tender Equipment Medis

  • Aturannya sesuai KFW Guidelines
  • Publikasi dokumen tender harus dilakukan melalui website. Website akan selalu update. Sebelum 14 hari tertutupnya deadline penawaran dapat dilakukan Q n A.
  • Pengumuman Koran di Global Tenders (website untuk ASEAN), publikasi di link website UNHAS, Jakarta Post, Media Indonesia, Tribun Timur (lokal). Dokumen hanya dapat diakses pada website UNHAS.
  • Dokumen Tenderà NOL KFWà Publicationà Registration and Clarification Precess à opening BIDà Evaluation of Qualification à NOL KFW à Evaluation of Technical and Financial à NOL KFW à LOT1(Nol KFW) and LOT2 (Contract Negotation) à NOL KFW à Bigining Contract
  • Metode Lelang (ICB) penguman Koran di Internasional (GTAIGermany) di Website Asean Global Tender (Asian), Nasional (Jawa Pos, Media Indonesia, Jakarta Pos) Lokal (Tribun Timur, Sulsel Express)

 

Project Officer for Procurement

2

Diskusi

Human Resources

  • Rekruitmen dosen di awal 6 orang dosen pengangkatan PNS
  • Masalah Remunerasi, dosen yang dibantukan dirumah sakit maka mendapatkan P1 (dari universitas) dan p2 (Dari rumah sakit)
  • Dosen yang diterima di Universitas maka tidak secara otomatis akan diterima sebagai bagian dari RSUH, ada seleksi lagi berdasarkan kreteria (keseriusan mau membantu di RSUH, lalu kesesuaian dengan kebutuhan yang ada di RSUH)
  • Managemen Pengelolaan Limbah: tenaga kesehatan Lingkungan khusus, Audit berkala dari BLH hasilnya tidak ada pelanggaran.
  • Mengikuti perencaan human resources yang ada di rumah sakit.
  • RS Unhas merupakan Unit Penunjang Pelayanan Akademik bukan unit bisnis universitas à ada pada SOTK Pengelola; SOTK Fakultas dan Sekolah; SOTK Lembaga; SOTK sendiri (hospital by laws).
  • Rekrutment RS sendiri di luar rekrutment universitas maupun fakultas; membuat tahapan perekrutan sendiri.
  • Awal à Dosen dengan Tugas Tambahan
  • Ketika mulai beroperasi baru direkrut pegawai tidak tetap; SK tenaga kontrak adalah SK rektor; 5 orang PNS dari hasil perekrutan di universitas. Direktur hingga kepala bidang adalah dosen yang diperbantukan.

 

3

Managemen pengelolaan Limbah

  • Visiting ke tempat pengelollan Limbah cair dan Limbah padat Rumah Sakit
  • Rumah sakit Unhas menggunakan sistem pengelollan limbah secara mandiri, dimana limbah padat yang dihasilkan dari seluruh kegiatan aktivitas di RSUH akan dibakar menggunakan insenerator 2 tungku pemanasan, tungku 1 dengan suihu 1600oC dan Tungku 2 dengan suhu 1200oC. RSUH menggunakan pendekatan Kerjasam TRIPARTIT, yaitu melibatkan pihak swasta dan pihak ketiga sebagai pihak yang akan menampung abu hasil pembakaran Limbah padat, termasuk jika suatu waktu terjadi kerusakan pada alat Insenerator RSUH maka pihak ke3 wajib mengambil dan membakar limbah padat yang dihasilkan RSUH.
  • Untuk pengelolaan Limbah Cair, RSUH menggunakan metode pengelollan limbah cair secara terpusat, dimana semua limbah cair yang dihasilkan dari aktivitas RSUH dari gedung A, E, Dan F disalurkan ke Bak pengelollan Limbah yang dibuat dengan Model kolam Tertutup, pada kolam ini dibuat Partisipartisi yang akan memisahkan limbah dan menghasilkan lumpur (Kolam 1) lalu dari kolam 1 akan dialirkan ke kolam 2, seterusnya ke kolam 3, kemudian kolam oksigenik (penambahan Oksigen dengan memberikan pompa pada air kolam), dan berakhir dikolam indikator sebagai kontrol akhir kelayakan limbah sebelum dibuang ke saluran pembuangan akhir.
  • Limbah cair yag disalurkan ke kolam pengolahan limbah untuk setiap hari berkisar 250300 kubik. Media pengolah limbah pada kolam pengolahan limbah adalah “media sarang Tawon” yang melibatkan peranan bakteri yang membentuk biofilm.

Ahmad Fajar, SKM

4

Visit Laboratorium dan Poli

  • Kegiatan ini dilakukan untuk mempelajari bagaimana managemen dan tata laksana kegiatan pelayanan di Poliklinkpoliklinik yang ada di RSUH
  • Visit ke laboratorium Patologi Klinis dan Laboratorium mikrobiologi RSUH.

 

Dokumentasi Kegiatan

Tim UNIB bersama Direktur Rumah Sakit Universitas Hasanuddin

Diskusi dan Pembahasan Mengenai Manajemen SDM dan PIU RS UNHAS

Kunjungan Instalasi dan Laboratorium

Video Profil

E-Campus

Wisuda Online E-Paper Mail Unib E-Paper E-Learning E-Jurnal Portal Akademik Digilib

Pengunjung

Pranala Luar

Kemendikbud

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan

Free Medical Journal

Promoting free access to medical journal

Hindawi Pubishing Cooperation

Open Access journals across many areas of science, technology, and medicine

Ikatan Dokter Indonesia

Indonesian Medical Association - organisasi Profesi bagi dokter di seluruh wilayah Indonesia

MDPI – Open Access Publishing

MDPI (Multidisciplinary Digital Publishing Institute)